Tingkatkan Mutu Akademik, FTIK UIN KHAS Jember Gelar Workshop Penguatan Budaya Mutu dan Layanan
JEMBER — Dalam upaya memperkuat budaya mutu akademik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menyelenggarakan Workshop Peningkatan Budaya Mutu Akademik dan Layanan pada Senin, 21 - 23 Februari 2025, di Hotel Royal Jember. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FTIK. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang unggul, efektif, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya mutu tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap aktivitas akademik dan pelayanan. “Peningkatan mutu harus menjadi kesadaran kolektif. Setiap dosen dan tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas proses akademik agar layanan pendidikan di FTIK semakin profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Khotibul Umam, menekankan pentingnya inovasi pembelajaran dan penjaminan mutu kurikulum agar sejalan dengan prinsip Outcome Based Education (OBE). Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Mustajab, menambahkan bahwa mutu layanan juga mencakup efisiensi tata kelola dan kepuasan pengguna layanan. Adapun Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Rif’an Humaidi, menyampaikan bahwa budaya mutu harus hidup di seluruh lini, termasuk dalam kegiatan kemahasiswaan, agar mahasiswa menjadi bagian aktif dari proses peningkatan kualitas fakultas.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN KHAS Jember, Dr. Mursalim, yang memaparkan strategi membangun budaya mutu berbasis partisipatif dan berkelanjutan. Dalam arahannya, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, mengapresiasi langkah FTIK dalam membangun budaya mutu secara sistemik. “Workshop ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah nyata menuju perubahan budaya akademik yang lebih adaptif, produktif, dan berorientasi pada kualitas unggul,” tegasnya.




