Tingkatkan Kesiapsiagaan Akademik, Fakultas dan Prodi Dilatih Manajemen Risiko
JEMBER — Dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan mutu dan mengantisipasi potensi hambatan dalam pelaksanaan akademik, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko Akademik di Tingkat Fakultas dan Program Studi pada Kamis, 13 Maret 2025, di Aula Gedung FTIK. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan dengan tujuan meningkatkan kapasitas dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan risiko akademik yang dapat memengaruhi mutu pendidikan.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dari budaya mutu yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh lini akademik. “Manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kewaspadaan institusional dalam menjaga keberlangsungan proses akademik yang bermutu dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menambahkan, dengan pelatihan ini diharapkan fakultas dan prodi mampu membangun sistem mitigasi yang responsif terhadap perubahan kebijakan maupun dinamika lingkungan akademik.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Khotibul Umam, menyoroti pentingnya penerapan manajemen risiko dalam penyusunan rencana strategis akademik, termasuk pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Mustajab, menekankan bahwa tata kelola risiko juga harus mencakup aspek keuangan dan sumber daya manusia agar kegiatan akademik berjalan efektif dan efisien. Sedangkan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Rif’an Humaidi, menyampaikan bahwa pelatihan ini turut membantu fakultas dalam mengantisipasi risiko yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa dan kemitraan eksternal.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN KHAS Jember, Dr. Mursalim, yang membahas metodologi identifikasi risiko, penilaian tingkat risiko, dan strategi mitigasi dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Dalam arahannya, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, menyampaikan apresiasi kepada FTIK atas inisiatifnya dalam memperkuat kesadaran risiko di tingkat fakultas dan prodi. “Institusi yang tangguh adalah yang mampu mengenali risikonya sejak dini dan mengelolanya dengan strategi yang tepat. Inilah esensi dari manajemen mutu yang berkelanjutan,” tegasnya.




