gmf.ftik@uinkhas.ac.id 085259383259

Menulis Esai Ekoteologi Lokal dari Desa Jatiarjo Prigen

Home >Berita >Menulis Esai Ekoteologi Lokal dari Desa Jatiarjo Prigen
Diposting : Jumat, 17 Oct 2025, 17:58:11 | Dilihat : 72 kali
Menulis Esai Ekoteologi Lokal dari Desa Jatiarjo Prigen


Pasuruan, 17 Oktober 2025. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan studi lingkungan dan spiritualitas melalui kegiatan Bootcamp Eco-theology 2025 dengan fokus pada Penulisan Esai Ekoteologi Lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Santri on Campus 2025, mengusung tema besar “Ekoteologi Lokal: Respons Agama Berpendekatan Multidisipliner terhadap Krisis Ekologis di Aras Lokal.”

Bootcamp ini dilaksanakan oleh tim akademik UIN KHAS Jember di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium sosial bagi peserta untuk memahami hubungan antara agama, budaya, dan lingkungan. Menurut panitia akademik, pemilihan Jatiarjo bukan tanpa alasan — desa ini menyimpan banyak nilai kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan ekologi di tengah tantangan perubahan iklim, deforestasi, dan krisis air.

Dalam arahannya, tim akademik menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai panduan etik dalam merespons krisis ekologis. Menjaga lingkungan dipandang sebagai bagian dari ibadah dan manifestasi spiritualitas. Krisis ekologis, dalam konteks lokal, tidak hanya dilihat sebagai persoalan alam, tetapi juga sebagai krisis spiritual dan sosial yang menuntut kesadaran ekologis berbasis kearifan lokal, mitologi, serta praktik keagamaan masyarakat setempat.

Para peserta bootcamp diajak untuk menulis esai reflektif dengan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan sains, sosial, humaniora, dan perspektif keagamaan, untuk mengkaji isu-isu seperti perubahan iklim, deforestasi, krisis air, polusi, serta peran perempuan dalam advokasi ekologis (ekofeminisme). Esai yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menjadi media advokasi sosial dan spiritual yang membangun kesadaran ekologis baru di tingkat lokal. (AL)

 

;