Jurnal MASS Lolos Desk Evaluasi, Siap Naik ke SINTA 3
Langkah progresif kembali ditorehkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Kali ini, Mass: Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education berhasil melewati tahap desk evaluasi dalam proses re-akreditasi SINTA. Pencapaian ini memberi harapan baru bahwa jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tadris Matematika, Tadris IPA, dan Tadris Biologi tersebut akan naik peringkat ke SINTA 3. Meski demikian, tim pengelola tetap menargetkan capaian jangka panjang, yaitu meraih akreditasi SINTA 2.
Sejak pertama kali terbit pada Desember 2019, MASS telah menjadi wadah penting bagi para peneliti dan praktisi pendidikan sains untuk berbagi hasil riset mereka. Fokus kajiannya meliputi pengembangan perangkat pembelajaran, penerapan model pembelajaran, hingga studi kritis dalam pendidikan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan IPA. Dengan terbitan rutin dua kali setahun, pada Juni dan Desember, jurnal ini terus berupaya menjaga konsistensi dan mutu publikasi.
Bayu Sandika, Editor in Chief Jurnal MASS, menegaskan bahwa keberhasilan lolos desk evaluasi merupakan momentum penting bagi tim pengelola. “Kami menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Namun capaian ini membuktikan bahwa MASS berada di jalur yang tepat. Target sementara kami adalah naik ke SINTA 3, tetapi visi jangka panjangnya tetap menembus SINTA 2. Kami percaya, dengan kerja kolektif tim, hal ini bisa dicapai,” ujarnya penuh optimisme.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Abdul Mu’is, menyambut baik keberhasilan tersebut. Ia menilai MASS memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi jurnal yang bereputasi tinggi, mengingat bidang kajiannya sangat strategis dalam pengembangan pendidikan sains di Indonesia. “MASS tidak hanya memberikan ruang publikasi bagi peneliti, tetapi juga mendukung inovasi pembelajaran sains yang relevan dengan kebutuhan zaman. Fakultas tentu akan terus mendukung agar MASS semakin dikenal dan dipercaya di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Menurut Abdul Mu’is, keberhasilan ini juga menunjukkan sinergi positif antara program studi dan pengelola jurnal. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, MASS diharapkan bisa memperluas jangkauan kolaborasi dengan peneliti dari berbagai universitas, baik di dalam maupun luar negeri. “Jika kolaborasi ini terjalin lebih luas, MASS akan memiliki daya saing yang lebih kuat, sekaligus mempercepat langkah menuju target akreditasi yang lebih tinggi,” tambahnya.
Dengan capaian ini, MASS meneguhkan posisinya sebagai jurnal yang terus berkembang, siap melangkah lebih jauh menuju akreditasi SINTA 2. Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas artikel, pembaruan sistem pengelolaan, serta jejaring akademik yang lebih luas akan menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut. (RF)




