gmf.ftik@uinkhas.ac.id 085259383259

JLIC Vol. 7 No. 1 (2025): Ragam Kajian Bahasa dan Budaya dalam Perspektif Global

Home >Berita >JLIC Vol. 7 No. 1 (2025): Ragam Kajian Bahasa dan Budaya dalam Perspektif Global
Diposting : Jumat, 17 Oct 2025, 18:57:46 | Dilihat : 106 kali
JLIC Vol. 7 No. 1 (2025): Ragam Kajian Bahasa dan Budaya dalam Perspektif Global


Edisi terbaru Journal of Language Intelligence and Culture (JLIC) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai jurnal akademik yang konsisten menghadirkan kajian lintas bahasa, budaya, dan teknologi. Terbitan kali ini menampilkan tujuh artikel dengan topik yang variatif, mulai dari analisis estetika budaya populer, penerjemahan, hingga pengembangan media pembelajaran bahasa.

Artikel pembuka berjudul “Hybridization K-Pop Aesthetics and Western Pop Culture in BTS' Music Video 'Butter' Through Circuit of Culture” karya Dyiena Hanieviya ‘Ouelya dan Sri Muniroch dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyoroti fenomena globalisasi budaya melalui musik K-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan Circuit of Culture untuk menjelaskan bagaimana estetika K-Pop bertransformasi melalui unsur budaya Barat dalam karya BTS. Kajian ini memperlihatkan bahwa musik tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang pertemuan antara identitas budaya Timur dan Barat.

Kontribusi dari sivitas akademika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember hadir melalui artikel “Tahlil Maudhu'at wa Manahin al-Buhuts al-'Ilmiyyah fi Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah” karya Dwi Khoirotun Nisa’. Penelitian ini mengulas tahlil maudhu’at atau analisis tematik dalam konteks metodologi penelitian pengajaran bahasa Arab. Artikel ini memperkuat khazanah keilmuan di bidang linguistik Arab sekaligus mencerminkan kepedulian UIN KHAS Jember terhadap pengembangan riset bahasa Arab berbasis metodologi ilmiah yang sistematis.

Dari Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, hadir penelitian menarik berjudul “Translation Techniques and Their Impacts on Translated Verbs in iPhone User Guide” oleh Nine Febrie Novitasari dan tim. Penelitian ini menyoroti teknik penerjemahan verba dalam teks panduan teknologi dan dampaknya terhadap keakuratan makna. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengajaran penerjemahan dan pengembangan kualitas terjemahan teknis di era digital.

Tema integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa juga dibahas dalam artikel “Digital Writing Assistance in EFL Contexts: A Study on Grammarly Use by Indonesian Students” karya Tia Rahmatika dari Balikpapan State Polytechnic. Artikel ini mengevaluasi penggunaan Grammarly sebagai alat bantu penulisan digital dalam konteks English as a Foreign Language (EFL). Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi dapat berperan sebagai scaffolding tool yang efektif untuk meningkatkan kesadaran gramatikal dan kualitas tulisan mahasiswa.

Sementara itu, pengembangan media pembelajaran inovatif menjadi fokus penelitian “The Development of Matching Card Book in Improving Students’ Vocabulary Mastery” oleh Nissa Febrianti dan Muh. Shofiyuddin dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Media kartu interaktif ini terbukti mampu meningkatkan penguasaan kosakata siswa secara signifikan, sekaligus menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris di tingkat dasar.

Kajian tentang kebutuhan bahasa untuk tujuan khusus juga diangkat dalam artikel “English for Specific Purposes: Needs Analysis of EFL Learning Activities for Physical Education Students” oleh Aziiz Rahman Putra dan tim dari Universitas Dehasen Bengkulu. Penelitian ini menegaskan pentingnya desain kurikulum yang kontekstual sesuai bidang keilmuan mahasiswa, khususnya bagi program studi Pendidikan Jasmani.

Sebagai penutup, artikel “Skopos Theory and Cultural Preservation in the Short Film Tilik (2018)” karya Niken Paramita dari Universitas Widya Gama Malang dan Riza Adi Sampurna dari Universitas Brawijaya menelaah strategi penerjemahan berbasis Skopos Theory dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam film. Penelitian ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara keakuratan bahasa dan pelestarian identitas budaya dalam karya audiovisual.

Secara keseluruhan, edisi JLIC kali ini memperlihatkan sebaran penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN KHAS Jember, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Universitas Dehasen Bengkulu, hingga universitas di Jawa Tengah, Kalimantan, dan Jawa Timur. Dengan cakupan tematik yang luas dan kolaborasi lintas daerah, JLIC semakin memperkokoh reputasinya sebagai wadah ilmiah bagi peneliti bahasa dan budaya yang visioner serta berorientasi global. (RF)

;