JIER Edisi Terbaru Soroti Digitalisasi, Filsafat, dan Inovasi Pembelajaran Islam di Era Modern
Edisi terbaru Journal of Islamic Education Research (JIER) Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 kembali hadir dengan beragam kajian inovatif yang menyoroti dinamika pendidikan Islam di era digital. Jurnal yang dikelola oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember ini menampilkan berbagai riset dari dalam dan luar negeri, dengan fokus utama pada integrasi tradisi keislaman dan perkembangan teknologi pendidikan modern.
Salah satu artikel yang menjadi sorotan dalam edisi ini adalah karya Lu’at Happyana dan tim dari KH. Mukhtar Syafaat University, Blokagung Banyuwangi, berjudul “Integration of Tradition and Technology: Digitalization Strategies in Islamic Education at Pesantren in Banyuwangi, Indonesia.” Artikel ini mengulas bagaimana pesantren di Banyuwangi mengembangkan strategi digitalisasi pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi keislaman. Penelitian ini menggambarkan pergeseran paradigma pendidikan pesantren menuju model yang adaptif terhadap era industri 4.0 dan revolusi teknologi.
Selain itu, artikel berjudul “Supervision Strategies for Improving Learning Outcomes in Islamic-Based General Education Institutions” karya Tri Yuli Lestari dan Fisman Bedi dari UIN Raden Intan Lampung menyoroti pentingnya strategi supervisi akademik dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan supervisi yang humanis dan berbasis nilai Islam mampu memperkuat motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Tidak kalah menarik, riset dari tim Universitas Kadiri yang terdiri atas Titin Widya Risni dan rekan-rekan meneliti “Evaluation of Learning Media Quality for Islamic Religious Education.” Artikel ini menekankan pentingnya pengembangan media pembelajaran yang efektif dan interaktif untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kolaborasi dengan peneliti internasional dari Pakistan menunjukkan semangat globalisasi ilmu dalam ranah pendidikan Islam.
Kajian lain yang memperkaya edisi kali ini adalah artikel bertajuk “Ta’lim Management Through the Integration of Verses 30–35 Surah of Al-Baqarah and Hadith: A Historical and Textual Analysis” yang ditulis oleh Zuhair Mubarrak Hazaa dan tim. Artikel ini mengupas nilai-nilai manajerial dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang relevan dengan pengelolaan pendidikan Islam. Analisis tekstual dan historis yang mendalam memberikan kontribusi penting dalam menghubungkan teori manajemen modern dengan prinsip spiritual Islam.
Aspek filsafat pendidikan Islam turut mendapat perhatian melalui tulisan Basri Asyibli dan rekan-rekan dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang berjudul “Epistemological Dimensions in Islamic Educational Philosophy: A Critical Analysis.” Artikel ini menelaah secara kritis dasar-dasar epistemologi dalam filsafat pendidikan Islam dan menawarkan perspektif baru terhadap pendekatan berpikir kritis dan rasional dalam pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Sementara itu, kolaborasi internasional juga terlihat dalam penelitian “Optimizing Electronic Media for Islamic Studies Teaching and Learning in Nigeria” oleh Abdul Waheed Olarewaju Yakub dan Jimoh Atolagbe Issah. Artikel ini menunjukkan bagaimana media elektronik mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran studi Islam di Nigeria, yang menjadi bukti bahwa digitalisasi pendidikan Islam bukan hanya fenomena lokal, tetapi juga global.
Menutup edisi ini, dua artikel dari Universitas Nurul Jadid Probolinggo memberikan inovasi dalam strategi pembelajaran Al-Qur’an dan Fiqh. Artikel pertama, “Application of the Jibril Method to Improving Fashahatul Qiro’ah at al-Qur’an Education Park” membahas penerapan metode Jibril dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih. Sedangkan artikel “Enhancing Contextual Understanding and Critical Thinking in Fiqh Learning through Problem-Based Learning” mengajak pembaca untuk menelaah pendekatan pembelajaran Fiqh berbasis masalah yang mendorong nalar kritis dan kontekstual.
Dengan total pembaca abstrak mencapai lebih dari 800 kali tayang, edisi terbaru JIER membuktikan komitmennya sebagai wadah ilmiah yang tidak hanya memperkuat literasi akademik, tetapi juga menjembatani dialog antara tradisi Islam dan tantangan global pendidikan modern. Kehadiran berbagai penulis lintas negara semakin memperkokoh posisi JIER sebagai jurnal bereputasi yang terus konsisten mengangkat isu-isu aktual dalam pendidikan Islam kontemporer. (RF)




