Heritage Vol. 6 No. 1 (2025): Inovasi dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Ilmu Sosial
Edisi terbaru Heritage: Journal of Social Studies Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 kembali menghadirkan beragam kajian menarik yang menggabungkan antara kearifan lokal, inovasi pedagogik, dan penguatan karakter dalam pembelajaran ilmu sosial. Terbitan kali ini menampilkan tujuh artikel hasil riset kolaboratif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Isu-isu yang diangkat merefleksikan semangat pendidikan sosial yang dinamis, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan abad ke-21.
Artikel pembuka bertajuk “Preserving the Sandingan Malam Jumat Tradition: A Manifestation of Cultural Acculturation in Probolinggo Regency” karya Fina Siddiqah dan Babul Bahrudin dari Universitas Islam Zainul Hasan mengupas tradisi Sandingan Malam Jumat sebagai wujud akulturasi budaya di Probolinggo. Penelitian ini mengungkap bagaimana tradisi lokal tersebut berperan penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan identitas sosial masyarakat di tengah arus modernisasi.
Dari lingkungan akademik FTIK UIN KHAS Jember, hadir dua artikel yang menunjukkan kontribusi aktif dosen dan peneliti dalam mengembangkan inovasi pembelajaran IPS. Artikel pertama berjudul “The Effect of the Jigsaw-Type Cooperative Learning Model on Grade VII Students’ Conceptual Understanding in Social Studies at SMP Negeri 2 Silo, Jember” ditulis oleh Nurul Izmi Agustina, Rachma Dini Fitria, dan Noviana Mariatul Ulfa. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa model cooperative learning tipe Jigsaw mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan serta memperkuat kolaborasi antarpeserta didik.
Kontribusi berikutnya datang dari tim peneliti Muhammad Haris Mahasibi, Muhammad Eka Rahman, dan Anita Tri Widiyawati melalui artikel “Implementing 21st-Century Learning in Social Studies: A Case Study at SMP Negeri 2 Balung, Jember.” Penelitian ini menyoroti penerapan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Menariknya, kolaborasi lintas negara dengan Khon Kaen University, Thailand, menegaskan bahwa transformasi pembelajaran IPS telah menembus batas geografis dan memperkuat jejaring akademik internasional.
Inovasi media pembelajaran juga menjadi sorotan penting dalam edisi ini. Artikel “The Implementation of Game-Based Learning through the 'Dakword Challenge' to Enhance Learning Activities in Grade IX Social Studies Classes” karya Ifa Alfani Khoiriyah dan rekan-rekan dari Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Dengan pendekatan game-based learning, siswa tidak hanya memahami materi sosial, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir strategis dan pemecahan masalah.
Artikel “Developing Instructional Video Media on Prehistoric Periodization for Social Studies Learning” karya Binti Khofifah dan Hendra Pratama dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran IPS. Produk video pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif membantu siswa memahami periodisasi zaman prasejarah dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.
Selain itu, isu lingkungan turut diangkat melalui artikel “The Relationship Between Social Studies Education and Environmental Education: Implications for Elementary School Students’ Environmental Awareness” karya Amirah Zahra Muthi dan Sujarwo dari Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara pendidikan IPS dan kesadaran lingkungan, menegaskan bahwa pembelajaran sosial dapat menjadi sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan sejak usia dini.
Sebagai penutup, artikel “Local Wisdom Values in the Tor-Tor Naposo Nauli Bulung Dance as an Ethnopedagogical Source for Social Studies Education” karya Dewi Hartini Zannah dan Alfisyah Nurhayati dari UIN KHAS Jember menggali nilai-nilai kearifan lokal dalam tari tradisional Batak. Penelitian ini menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal bukan hanya warisan, tetapi juga sumber belajar yang kaya akan nilai etika, sosial, dan pendidikan karakter.
Secara keseluruhan, Heritage Vol. 6 No. 1 (2025) menghadirkan mosaik penelitian yang menggambarkan keberagaman ide dan kolaborasi lintas institusi. Dengan keterlibatan aktif penulis dari tujuh kampus di Indonesia—mulai dari UIN KHAS Jember, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Zainul Hasan, Universitas PGRI Argopuro Jember, hingga UIN Tulungagung—serta mitra internasional dari Khon Kaen University, Thailand, edisi ini mempertegas komitmen Heritage Journal dalam mengembangkan keilmuan sosial berbasis nilai, inovasi, dan kearifan lokal. (RF)




