gmf.ftik@uinkhas.ac.id 085259383259

FTIK UIN KHAS Jember Laksanakan Monitoring Keterpakaian Media Pembelajaran Berbasis Game di MIMA 09 Keting

Home >Berita >FTIK UIN KHAS Jember Laksanakan Monitoring Keterpakaian Media Pembelajaran Berbasis Game di MIMA 09 Keting
Diposting : Senin, 03 Nov 2025, 15:31:08 | Dilihat : 39 kali
FTIK UIN KHAS Jember Laksanakan Monitoring Keterpakaian Media Pembelajaran Berbasis Game di MIMA 09 Keting


Jember, 25 Oktober 2025 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq (KHAS) Jember melaksanakan kegiatan Monitoring Keterpakaian Media Pembelajaran Berbasis Game di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif (MIMA) 09 Keting, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FTIK dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas media pembelajaran yang telah dikembangkan bersama guru-guru madrasah. Monitoring dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam program pendampingan, yaitu Ibu Mudrikah, M.Pd. dan Bapak Dhiyaa Ul Haqq, M.Pd., dengan melibatkan tiga mahasiswa: Nur Laily, Srikandi Ayu, dan Imroatul Jamilah.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi langsung terhadap proses pembelajaran menggunakan media berbasis game yang telah dibuat, yaitu “Kuis Sunan Bonang”. Media tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami materi Pendidikan Agama Islam dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Menurut Ibu Mudrikah, M.Pd., kegiatan monitoring ini bertujuan untuk melihat sejauh mana media yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif oleh guru dan diterima dengan antusias oleh siswa.

“Kami ingin memastikan bahwa media pembelajaran yang telah dibuat tidak hanya berhenti pada tahap pembuatan, tetapi benar-benar digunakan dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi serta hasil belajar siswa,” ujarnya.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa penggunaan media game edukatif tersebut mendapatkan respon positif dari guru dan siswa. Siswa terlihat antusias saat mengikuti kuis, sementara guru merasa terbantu dengan adanya inovasi media yang mampu meningkatkan interaksi dalam proses belajar mengajar.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan penerapan hasil penelitian di lapangan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara kampus dan madrasah dapat terus terjalin untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan menyenangkan.

Editor: Mudrikah

;