gmf.ftik@uinkhas.ac.id 085259383259

Edisi JIER Vol. 6 No. 3 (2025): Menguatkan Nilai Keislaman dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Konteks Global

Home >Berita >Edisi JIER Vol. 6 No. 3 (2025): Menguatkan Nilai Keislaman dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Konteks Global
Diposting : Jumat, 17 Oct 2025, 18:48:21 | Dilihat : 76 kali
Edisi JIER Vol. 6 No. 3 (2025): Menguatkan Nilai Keislaman dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Konteks Global


Journal of Islamic Education Research (JIER) Volume 6 Nomor 3 Tahun 2025 kembali menegaskan perannya sebagai wadah ilmiah yang konsisten menghadirkan kajian-kajian aktual di bidang pendidikan Islam. Dikelola oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, edisi ini menghadirkan delapan artikel penelitian dengan fokus yang beragam, mulai dari integrasi nilai ekologi berbasis sufistik, moderasi beragama, kepemimpinan pesantren, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Artikel pembuka yang menarik perhatian datang dari tim peneliti Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember dan Maejo University of Chumphon Thailand dengan judul “Integrating Eco-Sufi Values into Environmental Education through the Adiwiyata Madrasah Program.” Artikel ini mengangkat gagasan penting mengenai pendidikan lingkungan berbasis nilai-nilai tasawuf. Penelitian ini menunjukkan bagaimana konsep eco-sufism dapat memperkuat kesadaran ekologis di madrasah melalui pendekatan spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial yang berlandaskan ajaran Islam.

Selanjutnya, penelitian kolaboratif antara Universitas Islam Syarifuddin Lumajang dan Necmettin Erbakan University, Turki, yang ditulis oleh Abdul Mutholib dan Irmak Sude Gürel berjudul “Islamic Religious Education Teachers’ Efforts to Foster Students’ Critical Thinking.” Artikel ini menyoroti pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui strategi pembelajaran reflektif, diskursif, dan kontekstual. Hasil penelitian ini menjadi kontribusi penting dalam pengembangan pedagogi Islam modern yang berorientasi pada kemandirian berpikir siswa.

Dalam konteks pembentukan karakter kebangsaan, artikel “The Implementation of Religious Moderation Values in Shaping Harmonious Student Character in Secondary Schools” karya Waslah dan tim dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai moderasi beragama di sekolah menengah. Melalui penelitian ini, penulis menunjukkan bahwa integrasi nilai moderat dapat menciptakan iklim sekolah yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Artikel ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Tema inovasi teknologi pendidikan diangkat oleh Naili Hidayati dan tim dari Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dalam artikel “Gamified Formative Assessment with Quizizz to Enhance Learning Outcomes at Madrasa.” Penelitian ini menunjukkan efektivitas penggunaan Quizizz sebagai alat asesmen formatif yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dengan dukungan kolaborasi dari peneliti internasional di Pakistan, artikel ini memperlihatkan relevansi global dari penerapan gamification dalam pembelajaran Islam kontemporer.

Aspek kepemimpinan pesantren menjadi sorotan dalam artikel “Kyai’s Leadership in Fostering Alumni Harmony and Solidarity through the Halaqah Approach in Islamic Boarding Schools” karya Fatih Shidqi Annabil dan Muh. Hanif dari UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Penelitian ini menggambarkan bagaimana pendekatan halaqah menjadi media efektif dalam mempererat hubungan alumni pesantren sekaligus memperkuat jaringan sosial dan spiritual yang berkelanjutan. Nilai-nilai kepemimpinan kyai yang visioner dan partisipatif menjadi inspirasi bagi pengembangan manajemen pendidikan berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, tim dari UIN Madura menghadirkan inovasi media pembelajaran melalui artikel “Development of Tajweed Learning Videos in Qur’an Hadith Subject to Improve Students' Understanding of Mad Reading Rules.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan video pembelajaran tajwid yang interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap hukum bacaan mad. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengajaran Al-Qur’an secara menarik dan efektif.

Isu sosial juga turut diangkat melalui artikel “The Post-Disaster Social Dynamics and the Role of Islamic Education for Children in Relocation Areas: A Systematic Literature Review” karya Nur Laili Abida dan Ahmad Ihwanul Muttaqin dari Universitas Islam Syarifuddin Lumajang. Artikel ini menelaah peran pendidikan Islam dalam mendukung proses pemulihan sosial anak-anak korban bencana di wilayah relokasi. Pendidikan Islam dipandang sebagai sarana penting untuk membangun ketahanan spiritual dan emosional di tengah situasi krisis.

Edisi ini ditutup dengan dua artikel yang menyoroti dimensi kebijakan dan etika pendidikan. Pertama, “Cost-Free Policy and the Pursuit of Quality Education: An Exploratory Study in Islamic Secondary Education” oleh Muhtadin dari PTIQ Jakarta dan Kementerian Agama RI, yang mengkaji kebijakan pendidikan gratis dalam konteks mutu pendidikan Islam. Kedua, artikel “The Relevance of Qur’anic-Based Learning in Enhancing Ethics in Vocational Technical Education” oleh Anggie Pratiwi dan tim dari Politeknik Negeri Sriwijaya, yang menegaskan bahwa konsep Al-Bashar dalam Al-Qur’an dapat menjadi dasar etika dalam pendidikan vokasi.

Melalui keberagaman tema dan kolaborasi lintas negara, edisi Journal of Islamic Education Research Vol. 6 No. 3 (2025) menunjukkan konsistensi FTIK UIN KHAS Jember dalam menghadirkan wacana ilmiah yang relevan, kontekstual, dan berorientasi masa depan. Publikasi ini tidak hanya memperkuat reputasi akademik lembaga, tetapi juga memperluas kontribusi UIN KHAS Jember dalam percakapan global mengenai pendidikan Islam yang humanis, moderat, dan inovatif. (RF)

;