gmf.ftik@uinkhas.ac.id 085259383259

Akademisi FTIK UIN KHAS Jember dan Peranannya dalam Pelestarian Tari Jaripah

Home >Berita >Akademisi FTIK UIN KHAS Jember dan Peranannya dalam Pelestarian Tari Jaripah
Diposting : Jumat, 03 Oct 2025, 13:23:54 | Dilihat : 66 kali
Akademisi FTIK UIN KHAS Jember dan Peranannya dalam Pelestarian Tari Jaripah


Tari Jaripah, yang diciptakan oleh Subari Sofyan pada tahun 2012, telah menjadi salah satu warisan budaya khas Banyuwangi yang terus mendapat perhatian akademisi dan masyarakat seni. Tarian ini terinspirasi dari lakon Jaripah dalam kesenian Barong Kemiren, mengisahkan sosok lelaki berkelana yang memiliki sifat lembut sekaligus gagah. Nama "Jaripah" sendiri merupakan kepanjangan dari Ja’ah Makrifat, yang bermakna narasi pengingat kepada manusia untuk selalu ingat Tuhan dan mengendalikan nafsu dunia.

Tari Jaripah menjadi wadah partisipasi aktif bagi generasi muda, termasuk sejumlah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember. Mahasiswa-mahasiswa ini terlibat secara langsung dalam berbagai aspek kegiatan Tari Jaripah, mulai dari penampilan, pendampingan artistik, hingga penelitian dan dokumentasi. Keterlibatan mereka tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan kreativitas seni, tetapi juga wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pelestarian budaya lokal.

Sejumlah akademisi FTIK UIN KHAS Jember turut berperan aktif dalam kajian dan pengembangan Tari Jaripah. Mereka terlibat dalam penyusunan materi edukatif, hingga pendampingan mahasiswa dalam proses dokumentasi dan pelaksanaan pertunjukan. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen akademisi FTIK UIN KHAS Jember dalam melestarikan kesenian tradisional sekaligus mengintegrasikan seni budaya ke dalam ranah pendidikan tinggi. Kegiatan tersebut turut memperkuat pemahaman akademis dan mendokumentasikan Tari Jaripah sebagai warisan budaya yang penting. Sejumlah peneliti Jawa Timur juga telah melakukan riset yang meneliti proses kreatif penciptaan tari ini, termasuk analisis gerak, tata busana, properti, serta nilai budaya yang terkandung.

Melalui kolaborasi antara seniman, akademisi-peneliti, dan mahasiswa, Tari Jaripah tidak hanya tampil sebagai karya seni yang memukau, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan media untuk menyampaikan pesan moral serta spiritual, yang relevan bagi masyarakat modern di masa serba digital ini. (AL)

;