Jember, November 2026 – FTIK GMF Gugus Mutu Fakultas (FTIK) UIN KHAS Jember resmi memasuki pekan masa ujian Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahun 2026. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian praktik mengajar yang telah dijalani oleh mahasiswa calon guru di berbagai sekolah dan lembaga mitra di Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Pekan ujian PLP merupakan tahapan krusial dalam kurikulum FTIK. Pada fase ini, mahasiswa peserta PLP diwajibkan untuk menampilkan kemampuan mengajar secara utuh di hadapan siswa sesungguhnya, sekaligus dinilai oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Guru Pamong dari sekolah mitra.
Asesmen Menyeluruh: Bukan Sekadar Praktik Mengajar
Berdasarkan pedoman PLP FTIK, ujian praktik mengajar bukanlah satu-satunya komponen penilaian. Nilai akhir mahasiswa dihitung dari akumulasi beberapa aspek, antara lain: Penampilan (10%), Sikap dan Perilaku (35%), Ujian Praktik Mengajar (30%), serta Laporan dan Dokumen Penelitian Mini (25%). Pembobotan ini menegaskan bahwa FTIK menempatkan sikap profesional dan etika keguruan sebagai fondasi utama, yang bobotnya bahkan melampaui nilai praktik mengajar itu sendiri.
Selain itu, terdapat syarat kehadiran yang ketat. Mahasiswa peserta PLP harus memenuhi tingkat kehadiran aktif minimal 75% di sekolah atau lembaga mitra. Akumulasi ketidakhadiran—baik karena sakit, izin, maupun tanpa keterangan—tidak boleh melebihi 25%, agar mahasiswa tetap berhak mengikuti ujian akhir PLP.
Dari Microteaching ke Kelas Nyata

Pekan ujian PLP menjadi momen pembuktian bagi mahasiswa yang sebelumnya telah menempuh mata kuliah Microteaching dengan nilai minimal B. Jika di Microteaching mereka berlatih di hadapan teman sejawat, kini mereka dihadapkan pada dinamika kelas yang sesungguhnya: mengelola perhatian siswa, menyesuaikan metode dengan kondisi kelas, hingga menangani situasi tak terduga.
Bagi mahasiswa Program Studi Gugus Mutu Fakultas (GMF) (GMF), fokus ujian PLP sedikit berbeda. Selain praktik mengajar, mereka juga diuji dalam aspek manajemen lembaga pendidikan, meliputi pengelolaan sumber daya manusia, administrasi, kesiswaan, hingga hubungan masyarakat sekolah.
Refleksi dan Umpan Balik untuk Perbaikan Kurikulum
Pekan ujian PLP bukan sekadar ajang penilaian akhir. Bagi para mahasiswa, momen berdiri di depan kelas dan menyelesaikan satu sesi pembelajaran secara utuh sering kali menjadi titik balik dalam pembentukan identitas profesional mereka sebagai calon guru. Sementara bagi FTIK, hasil evaluasi dari pekan ujian ini menjadi bahan refleksi berharga.
Kendala yang dihadapi mahasiswa selama PLP—seperti kesulitan menyusun Modul Ajar/RPP, kurangnya kepercayaan diri, atau tantangan adaptasi dengan budaya sekolah—akan dihimpun dan dianalisis. Temuan-temuan ini selanjutnya akan dijadikan dasar untuk penyempurnaan kurikulum, khususnya penguatan pada tahap Microteaching dan pembekalan sebelum terjun ke lapangan.
Dengan berakhirnya pekan ujian PLP 2026, FTIK UIN KHAS Jember berharap para peserta dapat menyelesaikan seluruh tanggung jawab akademiknya dengan baik, dan kelak menjadi pendidik yang tidak hanya kompeten secara metodologis, tetapi juga berkarakter mulia dalam mengabdi di dunia pendidikan.